Pencarian

LAYANAN INFORMASI PUBLIK



Informasi Publik adalah informasi yang dihasilkan, disimpan, dikelola, dikirim, dan/atau diterima oleh suatu badan publik yang berkaitan dengan penyelenggara dan penyelenggaraan negara dan/atau penyelenggara dan penyelenggaraan badan publik lainnya yang sesuai dengan Undang-Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik serta informasi lain yang berkaitan dengan kepentingan publik.

Kelompok informasi publik menurut Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik terbagi menjadi empat kelompok yaitu informasi publik wajib disediakan dan diumumkan secara berkala, informasi publik wajib diumumkan secara serta merta dan informasi publik yang dikecualikan.

Pencarian Informasi Publik

Kategori :
Penggalan Judul :
Tahun :
No.
 
Daftar Informasi Publik
 
Kategori
 
Fasilitas
 
Keterangan
                 
361. JURNAL JALAN JEMBATAN_Nilai Mekanistik Beton Aspal Lapis Permukaan Terhadap Pengaruh Temperatur dan waktu Pembebanan_M.Sjahdanulirwan-Nono
Kinerja beton aspal tergantung terhadap kualitas agregat, kekakuan aspal dan kekakuan campuran beraspal. Tulisan ini khusus membahas tentang pengaruh temperatur dan waktu pembebanan terhadap nilai mekanistik beton aspal lapis permukaan (ACWC).
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/

362. JURNAL JALAN JEMBATAN_Sifat Campuran Beraspal Panas Dengan Asbuton Butir_Furqon Affandi
Salah satu produk asbuton yang sering digunakan untuk campuran beraspal panas saat ini, ialah asbuton butir dengan ukuran maksimum 2,36 mm. Banyaknya asbuton butor yang digunakan dalam campuran antara 5% sampai 10% terhadap berat agregat. Tujuan penelitian ini. ialah untuk mendapatkan sifat-sifat teknis campuran beraspal panas dengan bahan tambah asbuton butor tipe 5/20.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/

363. JURNAL JALAN JEMBATAN_Karakteristik Bitumen Asbuton Butir Untuk Campuran Beraspal Panas_Furqon Affandi
Indonesia saat ini masih melakukan import asphalt dari beberapa negara lain \guna memenuhi kebutuhan aspal bagi pembangunan dan pemeliharaan jalan setiap tahunnya. Sementara itu di pulau Buton, provinsi Sulawesi Tenggara terdapat aspal alam yang dikenal dengan asbuton yang sudah diproduksi sejak tahun 1926.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/
364. JURNAL JALAN JEMBATAN_Usulan Spesifikasi Campuran Beraspal Panas Asbuton Lawele Untuk Perkerasan Jalan_Madi Hermadi-M. Sjahdanulirwan
Asbuton (Aspal Alam dari Pulau Buton) dengan deposit terbanyak adalah Asbuton di kecamatan Lawele atau disebut Asbuton Lawele dengan deposit sekitar 100.000.000 ton. Dibanding Asbuton Kabungka, Asbuton Lawele memiliki kadar bitumen, kadar minyak ringan dan nilai penetrasi bitumen yang relatif lebih tinggi. Asbuton Lawele memiliki kadar bitumen sekitar 30%, kadar minyak ringan sekitar 7%, dan nilai penetrasi bitumen sekitar 180 dmm. Karena Asbuton Lawele memiliki sifat yang khusus maka untuk dapat memanfaatkan Asbuton Lawele pada perkerasan jalan campuran beraspal panas perlu dibuat spesifikasi yang khusus pula.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/
365. JURNAL JALAN JEMBATAN_Polusi Udara Akibat Aktivitas Kendaraan Bermotor di Jalan Perkotaan Pulau Jawa dan Bali_Nanny Kusminingrum-G. Gunawan
Perkembangan volume lalu lintas di perkotaan Indonesia mencapai 15% pertahun. Transportasi di kota-kota besar merupakan sumber pencemaran udara yang terbesar, dimana 70% pencemaran udara diperkotaan disebabkan oleh aktivitas kendaraan bermotor. Parameter polusi udara dari kendaraan bermotor seperti karbonmonoksida (CO), Nitrogen oksida (NOx), Methane (CH4), nonmethane (NonCH4), Sulful dioksida (SOx) dan Partikel (SPM10) dapat menimbulkan efek terhadap pemanasan global.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/
366. JURNAL JALAN JEMBATAN_Penanganan Konflik Lalulintas di Persimpangan Gatot Subroto-Gedung Empat Cimahi_Natalia Tanan
Persimpangan sebidang merupakan daerah yang potensial untuk terjadinya konflik akibat adanya bermacam jenis pergerakan arus lalu lintas. Dengan adanya data yang diperoleh dari studi konflik akan sangat membantu mengidentifikasikan masalah yang paling mungkin menjadi penyebab kecelakaan di suatu persimpangan tanpa harus menunggu data kecelakaan.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/
367. JURNAL JALAN JEMBATAN_Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Dini Pada Perkerasan Jalan_Tjitjik W.Suroso
Suatu hal yang menjadi dasar perkerasan jalan tidak akan dapat mempunyai umur sesuai rencana adalah apabila salah satu saja persyaratan tidak dipenuhi. Faktor-faktor penyebab kerusakan jalan tersebut antara lain mutu dan jumlah aspalnya, jumlah lintasan pada pemadatan, temperatur pencampuran, temperatur pemadatan. Dikarenakan banyaknya lokasi perkerasan yang tidak dapat melayani sesuai umur rencana yang direncanakan, untuk itu dilakukan penelitian terhadap faktor-faktor penyebab terjadinya kerusakan perkerasan jalan.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/

368. JURNAL JALAN JEMBATAN_Penelitian Pemanfaatan Asbuton Butir di Kolaka Sulawesi Tenggara_Nyoman Suaryana
Kebutuhan aspal nasional Indonesia sekitar 1,2 juta ton pertahun. Dari kebutuhan ini, baru 0,6 juta ton saja yang dapat dipenuhi oleh PT. Pertamina sedangkan sisanya dipenuhi melalui impor.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/

369. JURNAL JALAN JEMBATAN_Pemanfaatan Mineral Asbuton Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah_Neni Kusnianti
Asbuton merupakan aspal alam dari di Pulau Buton dengan deposit yang s\angat besar dapat dimanfaatkan sebagai bahan jalan karena disamping mengandung bitumen, mineralnya pun memiliki kandungan kapur (CaCO3) yang cukup tinggi. Dengan dikembangkannya produk asbuton murni sebagai hasil pemisahan antara bitumen dengan mineralnya, maka mineral asbuton tersebut dimasa yang akan datang apabila tidak dimanfaatkan akan mengganggu lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya penelitian untuk memanfaatkan mineral tersebut sebagai alternatif bahan stabilisasi tanah. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi karakteristik tanah setelah distabilisasi mineral asbuton melalui pengujian di laboratorium, sehingga didapatkan proporsi mineral asbuton yang sesuai untuk meningkatkan daya dukung tanah. Pada penelitian ini, karakteristik tanah hasil stabilisasi tanah dengan mineral asbuton dibandingkan dengan tanah aslinya untuk mengetahui perubahan karakteristik yang terjadi. Karakteristik yang diuji adalah: batas Atterberg, gradasi, kepadatan berdasarkan standar Proctor, CBR dan kuat tekan bebas (Unconfined Compressive Strength, UCS).
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/
370. JURNAL JALAN JEMBATAN_Modifikasi Aspal Keras Standar Dengan Bitumen Asbuton Hasil Ekstraksi_Kurniadji
Dalam kurun waktu belakangan ini, terdapat isu mengemuka pada pekerjaan peraspalan di Indonesia yaitu tidak tercapainya umur rencana perkerasan jalan akibat kerusakan dini berupa alur dan deformasi plastis. Hal ini diprediksi karena campuran beraspal yang digunakan tidak memadai untuk mendukung beban lalu-lintas yang salah satunya diakibatkan dari aspal yang digunakan tidak mempunyai kemampuan untuk ditempatkan pada temperatur tinggi, (sekitar 70oC) yang diindikasikan dari nilai indeks penetrasi (Penetration Index, PI) dan kelas kinerja (Performance Grade,PG) yang rendah.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/
371. JURNAL JALAN JEMBATAN_Mitigasi Dampak Kebisingan Akibat Pembangunan Jalan Layang Pasupati Pada Kawasan Sensitif (R.S Hasan Sadikin - Bandung)_Rr. Dini Handayani
Secara keseluruhan keberadaan jalan layang Pasupati setelah beroperasi berdampak positif, namun demikian setelah jalan tersebut dioperasikan diperkirakan dapat menimbulkan beberapa dampak diantaranya penurunan kualitas lingkungan yaitu tingginya tingkat kebisingan. Indikasi penurunan kualitas lingkungan tersebut sampai saat ini sudah dirasakan oleh Rumah Sakit Umum Dr. Hasan Sadikin - Bandung, yang merupakan salah satu dari tipologi kawasan sensitif.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/
372. JURNAL JALAN JEMBATAN_The Laboratory Performance of High Temperature Fatigue of Modified Waste Plastic-Bitumen in Asphalt Concrete_Imam Aschuri-R. Anwar Yamin
Telah diketahui bahwa retak lelah (fatigue cracking) umumnya terjadi pada temperatur sedang yaitu di sekitar temperatur 20oC, oleh sebab itu banyak peneliti telah melakukan penelitian fatig untuk mendapatkan garis regresi fatig pada temperatur antara 5oC sampai dengan 30oC. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui sifat fatig pada aspal yang mengandung bahan tambah polimer berupa plastic dari botol susu bekas (High Density Poly Ethylene, HDPE) pada temperatur antara 20oC-40oC. HDPE digunakan untuk memodifikasi aspal pen 60/70. Pada studi ini, pengaruh HDPE pada sifat dasar aspal diuji pada variasi temperatur.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/

373. JURNAL JALAN JEMBATAN_Karakteristik Beban Kendaraan Operasional_Erwin Kusnandar
Kemajuan teknologi dan paradigma operator angkutan jenis truk, yang berpendapat bahwa efisiensi transportasi diartikan dapat membawa barang sebanyak-banyaknya dalam satu kali perjalanan, dapat mengubah karakteristik teknis kendaraan. Perubahan tersebut terjadi pada bentuk, dimensi, dan kemampuan meningkatkan kecepatan serta daya angkut/beban. Perubahan unsur parameter teknis kendaraan yang beroperasi akan mempengaruhi besaran parameter perancangan jalan yang sudah ditetapkan. Rancangan teknis jalan yang dihasilkan tidak dapat optimal sesuai dengan kebutuhan gerak dan beban kendaraan, karena bisa terjadi over design atau under design, yang pada akhirnya berdampak pada kecepatan kendaraan dan tidak menutup terjadinya kecelakaan. Pada studi ini nilai parameter perancangan yang dikontribusi lalulintas operasional dibandingkan dengan parameter yang terdapat pada pedoman yang ada. Hasil studi ini mengindikasikan adanya perbedaan signifikan, terutama yang terjadi pada kendaraan jenis truk dengan tiga sumbu.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/
374. JURNAL JALAN JEMBATAN_Analisis Penurunan Timbunan Badan Jalan Pada Tanah Lempung Lunak_Nyoman Suaryana
Beberapa tahun yang baru lewat teori yang telah dikenal baik yang dikembangkan oleh Terzaghi, dalam bentuk dasar maupun pengembangannya selalu digunakan untuk menganalisis kecepatan penurunan tanah dan disipasi tegangan air pori. Dalam studi belum lama ini, diketahui bahwa keberhasilan dalam memperkirakan besar dan kecepatan penurunan dengan menggunakan teori Terzaghi untuk beberapa studi kasus bervariasi dari sangat baik sampai jelek. Ketidaktepatan ini dapat dijelaskan dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti hubungan yang tidak linier antara log tegangan efektif dan angka pori, dan perubahan dalam permeabilitas dan kompresibilitas.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/
375. JURNAL JALAN JEMBATAN_Bahan Bakar Nabati Sebagai Salah Satu Alternatid Untuk Mendukung Penggunaan Bahan Bakar "RAMAH LINGKNGAN"_Nanny Kusminingrum
Aktivitas pemakaian kendaraan bermotor oleh masyarakat dirasakan semakain meningkat. Hal tersebut dapat menimbulkan pencemaran udara yang berasal dari knalpot dan mesin kendaraan tersebut. Bahan buangan dari kendaraan bermotor dikenal sebagai sumber utama bahan-bahan polutan.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/
376. JURNAL JALAN JEMBATAN_Penggunaan Foam Bitumen Untuk Daur Ulang Perkerasan Jalan_R. Anwar Yamin-Djoko Widajat
Pada struktur perkerasan yang telah mengalami kegagalan, umumnya perbaikan dilakukan adalah dengan memperbaiki bagian-bagian yang rusak dan meningkatkan daya dukung struktur perkerasan tersebut dengan jalan memberikan daya dukung struktur perkerasan tersebut dengan jalan memberikan lapis tambah baru.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/
377. JURNAL JALAN JEMBATAN_Pengaruh Penambahan Katalis Bekas (Spent Catalyst) Terhadap Kinerja Campuran Beraspal_Leksminingsih
Di Indonesia Penggunaan bahan buangan telah banyak dilakukan, tetapi masih dalam taraf penelitian apakah bahan buangan tersebut layak digunakan dalam perkerasan jalan, menyatakan banyak bahan buangan yang dapat langsung digunakan dalam campuran beraspal, sebagai contoh: katalis bekas, slag, abu terbang (fly-ash), atau melalui proses agar dapat digunakan di dalam campuran beraspal seperti limbah plastik, limbah ban karet.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/
378. JURNAL JALAN JEMBATAN_Pengajuan Besaran Biaya Kecelakaan Lalu Lintas Atas Dasar Perhitungan Biaya Korban Kecelakaan Studi Kasus Bandung, Cirebon dan Purwokerto_Agus Bari Sailendra
Hampir setiap tahun jumlah korban mati akibat kecelakaan lalulintas di Indonesia mencapai 10.000 orang, belum termasuk kerugian korban yang mengalami luka berat, luka ringan, dan kerugian material.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/
379. JURNAL JALAN JEMBATAN_Standar Jalan yang Berwawasan Keselamatan Transportasi Darat_Himat Iskandar
Peran Jalan yang sangat penting dalam mendukung semua kegiatan masyarakat perlu dipelihara secara berkesinambungan agar fungsu optimum sesuai dengan standarnya.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/
380. JURNAL JALAN JEMBATAN_Penanganan Erosi Lereng Galian dan Timbunan Jalan dengan Rumput Vertiver_G.Gunawan-Nanny Kusminingrum
Pada tanah-tanah berlereng, erosi menjadi persoalan yang serius. Dimana kemiringan dan panjang lereng adalah dua unsur lereng yang berpengaruh terhadap aliran permukaan dan erosi.
 Berkala  
Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Pekerjaan Umum
http://www.pusjatan.pu.go.id/
                       
  Tampilkan 1-20 Data |<<  << 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 >>  >>|