May 6 2013 3:23PM

66 Kabupaten/Kota Penerima Hibah Air Minum Akan Di Survey

Sebanyak 66 Kabupaten/Kota penerima Program Hibah Air Minum tahap II bantuan dari Ausaid akan diidentifikasi (baseline survey) terkait dengan data Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) penerima program tersebut. Setelah baseline survey selesai dan mendapatkan surat penetapan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), maka pembangunan fisik dapat dilaksanakan.


Program hibah untuk 66 kabupaten/kota tersebut diperkirakan akan menambah alokasi sambungan rumah (SR) air minum sebanyak 173.500 SR dengan perkiraan nilai hibah yang terserap sebesar Rp 455 miliar. Tidak hanya air minum, program ini juga untuk air limbah pada tiga kota dan satu provinsi yang diperkirakan akan menambah 9000 SR dengan nilai hibah Rp 45 milyar.


Direktur Bina Program Antonius Budiono Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menghimbau kepada kabupaten/kota yang belum melengkapi data agar segera melengkapi sehingga proses baseline survey dapat dilaksanakan dengan lancar. Ia berharap komitmen pemda dalam program ini, karena target air minum dan air limbah dalam MDGs 2015 masih kurang.


"Jika pemerintah kota/kabupaten memiliki komitmen tinggi, kami juga tidak segan-segan untuk memberikan bantuan program lain," tegas  Antonius Budiono saat membuka  acara Kick Off Meeting Pelaksanaan Baseline Survey Program Hibah Tahap II untuk Wilayah Barat di Jakarta, Senin (6/5).


Kepala CPMU Program Hibah Chandra Situmorang mengatakan, pelaksanaan Kick Off meeting regional barat di Jakarta ini merupakan seri pelaksanaan Kick Off meeting yang keempat, setelah sebelumnya dilaksanakan untuk regional Jawa, Kalimantan dan Indonesia Timur. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk memastikan kesiapan dokumen kabupaten/kota dalam pelaksanaan baseline survey.


"Saat ini telah dimobilisasi konsultan dari IndII untuk melaksanakan survey wilayah Barat. Saya harap PDAM dan PDPAL dapat segera melengkapi data MBR yang masih kurang," kata Chandra.


Ia menambahkan, dari 25 Kabupaten/Kota Wilayah Barat yang akan melaksanakan baseline survey di wilayah barat, terdiri dari 21 Kota/kabupaten yang telah mendapatkan Surat Penerusan Pinjaman Hibah (SPPH) program air minum, dan 3 kota dan 1 provinsi yang masih dalam proses penerbitan SPPH Program Air Limbah di Kemenkeu.


Pelaksanaan program hibah untuk 66 kabupaten/kota ini menerapkan konsep output based. Pendekatan ini mengandung makna bahwa pemerintah daerah membangun dahulu baru kemudian  pencairan dana hibah dapat dilakukan. Untuk 66 kabupaten/kota tersebut, rencananya tahun ini selesai pemasangan jaringan dan akhir tahun 2013 akan diverifikasi untuk mendapat kucuran dana hibah. Pada pogram hibah tahap kedua ini, total hibah yang digulirkan senilai 190 juta dolar Australia dan berlaku dari Juni 2012 hingga 2015. (dvt/datinCK)

 

Pusat Komunikasi Publik

060513



Ditjen Cipta Karya, Pusat Komunikasi Publik