Pencarian

BINA MARGA TARGETKAN 90,5 % JALAN NASIONAL MANTAP DI 2012

Sabtu , 24 Des 2011
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, sesuai dengan rencana strategis (renstra) pada tahun 2012, akan mengejar perbaikan jalan nasional sehingga lebih mantap 90,5%, dari total 38.500 kilometer (km) jalan nasional.

Kita menargetkan 90,5%, namun kita harapkan lebih dari target tersebut. Mudah-mudahan nanti ada anggaran-anggaran tambahan seperti dana Silpa (sisa lebih penggunaan anggaran), yang nanti betul-betul untuk infrastruktur dan  apabila nantinya untuk infrastruktur jalan maka tentu bisa melebihi target, kata Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PU, Djoko Murjanto kepada wartawan seusai sholat Jumat, kemarin (23/12).

Seperti diketahui bersama, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa hari yang lalu telah memerintahkan Menteri Keuangan Agus Martowardojo untuk menggunakan dana Silpa 2011 untuk proyek infrastruktur.

Tahun 2012, Bina Marga mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 30 triliun, yang akan dialokasikan untuk untuk semua jalan nasional sepanjang 38.500 km dengan prioritas Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan koridor-koridor utama yang sejalan dengan itu.

Anggaran itu untuk semua jalan sepanjang 38.500 km, dengan prioritas MP3EI dan koridor-koridor  utama, tapi tetap saja untuk pemeliharaan yang lain akan kita teruskan, misalnya yang di luar koridor utama tersebut seperti Sumatera Utara bagian barat, Jawa yang selatan, Kalimantan Tengah, dan lain-lain, tambahnya.

Djoko menjelaskan estimasi kasar untuk pemeliharaan adalah sekitar Rp 5 triliun, untuk sekitar 33.000 km panjang jalan. Biaya tersebut lebih murah dibandingkan panjang penanganan jalannya, ini artinya jalan tersebut sudah mantap, tinggal melakukan pemeliharaan saja.

Sementara itu sisa alokasinya untuk konstruksi dan rekonstruksi jalan yang rusak ringan dan rusak berat, sepanjang kurang lebih 5.000 km.

Jadi jalan yang baik, yang sudah mantap harus dipelihara, yang rusaknya sedikit masih hanya konstruksi saja itu namanya (pemeliharaan) berkala, kemudian yang sudah rusak berat akan di rekonstruksi, biaya yang Rp 25 triliun itu lebih banyak untuk yang rusak ringan dan rusak berat ini, kilometernya lebih sedikit, tapi harganya lebih mahal, jelas Djoko.(nrm)


Index Berita

Pusat Komunikasi Publik
Tag : Jalan, Bina Marga  

Share