Pencarian

MENTERI PU : PERBAIKI KINERJA DAN PELAYANAN TA 2012

Selasa , 10 Jan 2012
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto dalam pembukaan Rapat Kerja Kementerian Pekerjaan Umum 2012 Wilayah Timur, Selasa (10/1) menghimbau Dinas PU di daerah untuk segera menyelesaikan pengumuman lelang paling lambat 13 Januari 2012. Hal tersebut diupayakan agar penyelesaian pekerjaan proyek-proyek di daerah tidak menumpuk di akhir tahun.

Kita harus dapat sesegera mungkin melakukan persiapan untuk memperlancar pelaksanaan kegiatan yang telah ditetapkan tahun ini. Saya mengharapkan Dinas PU di daerah agar segera menyelesaikan pengumuman lelang paling paling lambat 13 Januari 2012. Sedang penandatanganan kontrak harus sudah selesai pertengahan Maret 2012, ujar Djoko Kirmanto.

Diakuinya, banyak penyelesaian proyek-proyek di daerah menumpuk di akhir tahun. Untuk itu, diharapkan dinas-dinas di daerah segera memperkuat pokja-pokja sebagai upaya mempercepat kinerja dan pelayanannya.

Di tahun 2012, Kementerian PU mengalokasikan dana sekitar Rp 20 triliun untuk membangun infrastruktur di kawasan Indonesia Timur. Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden untuk melakukan pembangunan di Timur Indonesia, antara lain Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat dan Timur, Maluku, dan Papua.  

"Tahun ini perhatian kami ke kawasan Indonesia Timur besar. Kemarin kami baru membahas dengan Presiden supaya kegiatan pembangunan di Timur, seperti Papua dan Maluku, digenjot agar lebih signifikan," kata Djoko Kirmanto.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Menteri PU Hermanto Dardak, Sekretaris Jenderal Agoes Widjanarko, Irjen PU Basoeki Hadimoeljono dan pejabat lain di lingkungan PU. Serta Gubernur Bali, para Kasatker, Kabalai, Kadinas PU dan perwakilan dari daerah Timur Indonesia.

Kawasan Perbatasan
Kementerian PU pada tahun 2012 juga memprioritaskan pembangunan infrastruktur daerah perbatasan seperti dengan Timor Leste dan Malaysia guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dana yang dialokasikan dimanfaatkan untuk peningkatan infrastruktur seperti penyediaan air minum, serta jalan dan jembatan sebagai sarana pendukung.

Menurut Djoko Kirmanto, perhatian  di kawasan perbatasan dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka keterisolasian di perbatasan dengan daerah lainnya. Karena, fokus pembangunan infrastruktur dalam kerangka MP3EI adalah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sebab umumnya, masyarakat yang tinggal di perbatasan kondisinya terisolasi dengan daerah lainnya.

Proyek-proyek untuk memperkuat infrastruktur tersebut akan dibiayai dari APBN dan sumber-sumber lainnya termasuk dari Sisa Anggaran Lebih (SILPA) 2011. Serapan tambahan anggaran SIKPA maksimal Rp 3,9 triliun. Dengan meningkatnya sarana dan prasarana infrastruktur penujnang aktivitas masyarakat, diharapkan masyarakat tidak tertarik kepada negara seberang atau negara tetangga dan hijrah ke sana.(ind)

Pusat Komunikasi Publik
100112


Index Berita

Pusat Komunikasi Publik
Tag : Anggaran, PU, Raker  

Share