Pencarian

PENERAPAN SMM UNTUK DUKUNG REFORMASI BIROKRASI DITJEN SDA

Selasa , 20 Des 2011
Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Mochammad Amron membuka Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) dalam pengelolaan hidrologi & kualitas air di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Surabaya, beberapa waktu yang lalu. RTM dilaksanakan selama 2 hari yang dihadiri Direktur Bina Penatagunaan SDA (BPSDA) Djaya Murni, dan beberapa pejabat Eselon III dan IV, serta Jafung SDA. Adapun  peserta RTM terdiri para Kepala BBWS/BWS dan Pengelola Unit Hidrologi & Kualitas Air.

Dalam pidatonya Dirjen SDA menyatakan bahwa tugas Ditjen SDA beserta BBWS/BWS dan pengelola bidang SDA di daerah adalah melakukan pengelolaan SDA pada wilayah sungai, meliputi antara lain fasilitasi TKPSDA, pengelolaan kegiatan hidrologi, pengelolaan data dan informasi sumber daya air wilayah sungai, pengelolaan alokasi dan kualitas air, penatalaksanaan rekomtek SDA serta penyusunan pola dan rencana pengelolaan SDA wilayah sungai, dan pengelolaan lainnya. Dengan kata lain, bukan hanya terfokus pada penyediaan infrastruktur SDA dengan membangun maupun merehabilitasinya.

Tujuan RTM ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan pengelolaan hidrologi dan memacu pelaksanaan penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) dalam pengelolaan hidrologi & kualitas air yang berbasis standar ISO 9001. Hasil RTM antara lain : progres sertifkasi ISO melampaui target dari rencana 3 unit menjadi 4 unit penerima sertifikat ISO, kinerja pengelolaan hidrologi perlu ditingkatkan utamanya dalam aspek kelembagaan (pembentukan unit hidrologi di balai), pelaporan data (klimatologi, hidrologi, debit air dan kualitas air, data kekeringan dan neraca air kepada Direktorat BPSDA) serta aspek sarana dan prasarana yang masih perlu di perhatikan.

Dalam acara, dilakukan pula penyerahan sertifikat ISO 9001-2008 yaitu untuk pengelolaan hidrologi & kualitas air dari TUV NORD dari Jerman perwakilan Indonesia kepada Dirjen SDA yang kemudian diteruskan kepada unit kerja yaitu BBWS Brantas dan BWS Sulawesi II, BBWS Pompengan Jeneberang KSO dengan Dinas PSDA Provinsi Sulawesi Selatan, dan Balai SISDA (UPTD) Dinas Kimpraswil Provinsi NTB.

Sertifikat ISO ini merupakan Sertifikat ISO kedua yang diterima DITJEN SDA, yang sebelumnya pada tahun 2010 telah diterima ISO untuk Subdit Hidrologi & Kualitas Air, Direktorat Bina Penatagunaan SDA, BBWS Cidanau-Ciujung-Cidurian, dan BWS Sulawesi I.

Tahun 2012 direncanakan pensertikatan ISO untuk BBWS Bengawan Solo dan BWS Kalimantan III (Pengelolaan Hidrologi dan Kualitas Air), Subdit Data dan Informasi Direktorat Bina Program dan BBWS Bengawan Solo (Pengelolaan Data dan Informasi SDA), BBWS Sumatera VIII Provinsi Bangka Belitung (Penyediaan Air Baku), dan untuk BBWS Bengawan Solo dan BBWS Brantas (Pemanfaatan Air Tanah).

Program sertifikasi ISO merupakan pelaksanaan Permen PU No. 04/PRT/M/2009 tentang Sistem Manajemen Mutu (SMM) Departemen PU, yang merupakan salah satu alat untuk menuju Reformasi Birokrasi yang sudah diagendakan.

Sedangkan Kebijakan Mutu Kementerian PU yang tertuang dalamnya yaitu Kementerian Pekerjaan Umum Menjamin Ketersediaan Infrastruktur Yang Handal Bagi Masyarakat Dengan Prinsip Efektif Dan Efisien Serta Melakukan Peningkatan Mutu Kegiatan Secara Berkelanjutan, merupakan komitmen Top Manajemen Kementerian PU untuk menerapkan SMM secara konsekuen dan berkelanjutan yang merupakan bagian dan selaras dengan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) yang harus dikomunikasikan, dipahami dan dihayati serta diterapkan kepada seluruh jajaran Kementerian PU. (humas sda/ifn)



Index Berita

Pusat Komunikasi Publik
Tag : SDA, Reformasi Birokrasi, ISO  

Share